My Lovely Brother
Di suatu daerah, hiduplah seorang gadis bernama Rarra yang mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Aji. Aji dan Rarra sangatlah dekat. Aji selalu membantu Rarra ketika Rarra sedang ada masalah. Rarra sangat sayang pada Aji. Begitu pula Aji, ia sangat sayang pada Rarra. Sebagai adik kakak, mereka sangatlah rukun dan akrab.
Pada suatu hari pun, Rarra mendapat kabar buruk dari pacar kakaknya Kak Citra. Citra pun menelepon Rarra,
Citra : “De, kakak punya kabar buruk?”
Rarra : “Apa kak?”(muka Rarra sudah panik)
Citra : “Aji mengalami kecelakaan. Motornya tertabrak sebuah truk akibat balapan di jalan raya.”
Rarra : “KAK AJIIIII !!!!!!!!!!” (Rarra pun mulai meneteskan air mata.)
Citra : “Sekarang kakak kamu ada di rumah sakit. Tolong beritahu keluargamu agar mereka segera menuju ke sini .”
Rarra : “Iya kak…” (sambil berlinang air mata)
Rarra beserta keluarganya pun segera menuju rumah sakit dimana Aji berada.
Sesampai di rumah sakit, Rarra langsung lari menuju kamar dimana kakaknya terbaring.
Rarra : “Kak Aji bangun ka. Kakak, jangan tinggalin Rarra disini kak. Rarra masih butuh kakak disamping Rarra. Kak, masih banyak yang sayang sama kakak, masih banyak yang peduli sama kakak. Kak Aji, bangun ka, bangun. Kak Aji, jangan tidur terus ka. Rarra masih banyak cerita. Kak Aji ga mau kan ngeliat Rarra nangis terus? Kak Aji bisa bangun sekarang kan ka?”
Tiba-tiba Aji pun membuka matanya setengah.
Aji : “Rarra, kakak janji. Kakak akan ada disamping kamu. Kakak akan selalu menjaga kamu dan keluarga. Kakak juga selalu ada untuk kamu dan keluarga. Tapi maafkan kakak jika kakak harus pergi. Dan kakak gatau kapan kakak bisa kembali. Tapi ijinkanlah kakak pergi untuk selamanya.”
Rarra : “Kak Aji, jangan ngomong gitu kak..”
Aji : “Ijinkanlah kakak pergi untuk selamanya. Percaya Rarra, percayalah, bahwa kakak pasti akan ada selalu untuk kamu meskipun kakak tidak berwujud. Kan kakak udah janji sama Rarra. Kakak selalu ada untuk Rarra SELAMANYA. Tapi, kakak harus pergi sekarang Rarra. Jaga mama dan papa baik-baik ya selama Kak Aji ga ada. Disetiap Rarra mau cerita atau butuh Kak Aji, kakak pasti akan membantu.Rarra, Ma, Pa, Citra, Aji pergi dulu ya. Jangan nyariin Aji. AJi memang harus pergi sekarang.”
Rarra : “kak, janganlah kakak tinggalkan Rarra, mama, papa sekarang. Kami masih butuh Kak Aji. Kak Aji…” (mata Aji pun tertutup) “Kak Aji… ayo kak, buka matanya lagi… Kak Aji… bangun kak. Kakak sayang sama Rarra kan? Kakak sayang sama Ka Citra kan? Kakak sayang sama mama papa kan? Makanya kak, jangan tinggalin kami semua. Kami sayang kakak..”
Tidak berapa lama kemudian, denyut jantung Aji sudah tidak ada.
Rarra : “KAKAAAAAAAAAK…. Kakak tinggalin Rarra. Kakak jahat. KAK AJIIIIIII……”
Rarra pun menangis keras sambil memeluk kakaknya untuk terakhir kali. Rarra belum bisa menerima untuk kehilangan Kak Aji sekarang.
Jiwa Rarra sangat tertekan semenjak kepergian kakaknya. Belum lagi, ia selalu mendapatkan masalah yang harus ia hadapi sendiri tanpa kakaknya. Masalah keluarga, teman, dan sekolahnya.
Kakak…
Dirimu bagaikan malaikat yang menyemangati diriku untuk bangkit
Dirimu bagaikan mentari yang selalu menyinari diriku dikala sedih
Dirimu bagaikan pohon yang selalu kuat dan tempat aku bersandar
Kakak…
Sejak kau pergi
Aku tak lagi bisa sesemangat dulu
Aku tak lagi bisa seceria dulu
Kakak…
Apakah ada yang bisa menggantikanmu?
Apakah ada yang bisa membuatku bahagia lagi?
Apakah ada yang bisa menjadi sandaran bagiku?
Kakak…
Kaulah segalanya bagiku
Kaulah yang terpenting dalam hidupku
Kaulah ide dan penyemangatku